Rabu, 28 November 2012

Digital Imaging

Digital Imaging


Digital Imaging masih sangat trend pada saat sekarang. Dimana ketidak mungkinan sebuah konsep dapat direalisasikan kedalam gambar ini. Software andalan saya (masih) Adobe Photoshop untuk membuat sebuah konsep ketidakmungkinan itu. Saya akan berikan source gambarnya dan hasil jadinya. 
Untuk membuat the darkness Eyes saya menggunakan 2 source gambar, yaitu gambar mata itu sendiri dengan gambar orang yang sedang terjun kekolam renang.
Source Gambar ke 2
Lalu saya tinggal memirorkan mata agar menjadi dua kanan dan kiri. Setelah mata saya miror maka saya menghapus bagian mata kanan untuk saya isi dengan orang yang akan terjun menuju kolam renang. Maka hasilnya ... 
Ide yang kuat dapat menjadikan gambar digital imaging semakin baik. Untuk pertama kali latihan bisa kita mendownload gambar-gambar yang ada pada om Google. Tapi jika ingin digunakan untuk komersil carilah gambar yang berbayar di website-website penyedia stock image. Karena jika tidak berbayar nanti akan dituntut oleh yang punya gambar. 
Digital imaging memang kadang melihat dari kebutuhannya. Jika itu digunakan untuk keperluan fotografi, digital imaging hanya melakukan editing pada pencahayaan dan warna saja. Tapi tidak menutup kemungkinan juga seorang fotografer bermain konsep digital untuk karyanya. 
Seperti yang kita lihat dibawah ini : 
 http://jerryaurum.com

http://jerryaurum.com
Itu portfolionya om Jerry Aurum, jika kita fikir itu diambil natural dengan menggunakan kamera, pasti itu tidak mungkin. Orang Jerry Aurumnya aja ngaku itu buat dengan digital imaging. Jadi memang perkembangan digital imaging pada saat ini sudah sedemikian pesatnya.
Salam Kreatif


Royan royhan

Kombinasi warna

Kombinasi warna


Kombinasi warna yang akan saya bahas kali ini adalah jenis-jenisnya. Sebelum kita memilih warna yang cocok atau tidak cocok, ada baiknya kita mengenal jenisnya terlebih dahulu.



1. Warna Akromatik 
Sesuai dengan namanya A Kromatik, dimana A = tidak dan Kromatik = warna, maka Akromatik sering disebut juga Grayscale atau hitam putih. Paduan Akromatik ini bisa terdiri dari hitam, putih atau abu-abu. Teknik ini biasanya menggunakan gelap terang untuk pewarnaan.
2. Monokrom / Netral 
Ada satu warna Hue yang dikombinasikan dengan gelap terang. Kombinasi warna sangat Sederhana, tidak banyak resiko dan mudah diterima mata. Kelemahannya adalah mudah membosankan. 
Warna Hue
3. Komplementer 
Adalah dua warna Hue yang berlawanan, dikombinasikan dengan gelap terang, ini disebut juga warna Komplementer. Kombinasi ini akan menarik mata (Eye Catching), tetapi jika kita tidak berhasil menggabungkan 2 warna tersebut, maka akan terlihat tidak matching. 
4. Pastel & Dark Colour 
Warna pastel yang mendekati warna terang / putih. Biasanya sering disebut juga dengan Sepia. Kebalikan dari Pastel adalah warna Dark Colour. 
5. Warna Analog 
Adalah warna yang beda Hue yang bersebelahan, sehingga kombinasinya akan lebih mudah diterima mata dan lebih berani dibandingkan dengan monokrom. 
6. Clash 
2 warna yang berlawanan (Komplementer), tapi menyimpang bergeser 1 Hue. Sesuai dengan namanya Clash adalah warna yang tidak harmonis / bertentangan / tabrakan sehingga warna tersebut tidak enak dipandang mata. Akan tetapi dengan teknik tertentu warna ini akan tampil khas dan inovatif. 
7. Split Komplementer 
Lebih rumit dari warna Clash karena terdiri dari 3 warna yang tidak harmonis / clash. Bila kita menyatukan 3 warna tersebut dalam sebuah design, akan menghasilkan sebuah karya yang inovatif dan spektakuler. 
* Dari berbagai macam sumber.
Salam Kreatif,


Royan royhan

Pencampuran Warna

Pencampuran Warna

Pernah berfikir dari warna yang dihasilkan oleh monitor menggunakan sistem seperti apa ?  yah ternyata proses pewarnaan pada media Televisi dan Cetak mempunyai perbedaan, lalu seperti apakah perbedaan tersebut ? yuk kita simak artikel saya berikut ini ....
Dalam proses pencampuran warna yang diterapkan dalam peralatan atau peringkat input maupun output, kita mengenal ada 2 macam cara, yaitu : Pencampuran warna additive dan warna subractive.
Warna Additive 
Pencampuran warna additive adalah pencampuran warna primer cahaya yang terdiri atas warna red, green dan blue, dimana pencampuran ketiga warna primer dengan jumlah yang sama akan menghasilkan warna putih. 
Kombinasi antara dua warna primer akan menghasilkan warna sekunder. Warna sekunder tersebut adalah, Cyan (gabungan warna green dan blue), magenta (gabungan warna blue dan red) dan yellow (gabungan warna red dan green). 
Prinsip pencampuran warna additive diterapkan pada monitor TV, Video, Scanner dan lain-lain. 
Warna Subtractive 
Warna subtractive adalah warna sekunder dari warna additive, namun secara material warna subtractive berbeda dengan warna additive. 
Warna additive dibentuk oleh cahaya, sedangkan warna subtractive dibentuk dari pigment warna yang bersifat transparan. Tinta cetak adalah contoh dari pencampuran warna subtractive. 
Warna subtractive terdiri atas cyan, magenta, yellow. Secara teori pencampuran ketiga warna subtractive akan menghasilkan warna hitam, tetapi kenyataan dilapangan adalah warna cokelat tua (karena keterbatasan pigment tinta cetak), oleh sebab itu ditambahkan warna hitam (Black dinyatakan dengan simbol K berasal dari kata blacK).
Saat ini warna CMYK merupakan satu standard yang digunakan pada dunia cetak sparasi warna dalam industri grafika.
Salam kreatif,


Royan royhan

Membuat Majalah

Membuat Majalah


Majalah merupakan media publikasi kedua yang sangat digemari oleh beberapa golongan.  Sekarang kita bisa melihat beragam jenis majalah ada disekitar kita. Mulai dari majalah memasak, Teknologi, Enterteinment, Geografi, Otomotive, dsb. 
Dalam mendalami sebuah majalah biasanya minimum mempunyai 4 divisi turunan yang inti. Yang pertama, sebuah majalah harus mempunyai Reporter, Redaksi, Design, Humas. 
Karena kita ada dilingkup visual maka yang akan saya bahas hanya ada disekitaran Design. Dalam membuat majalah ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan :
1. Menentukan Jumlah Halaman 
Mengapa menentukan jumlah menjadi hal yang penting dalam membuat majalah ? Yap, karena halaman akan mempengaruhi dari isi berita, banyaknya gambar, Iklan dan angka untuk produksinya nanti. Usahakan sebuah halaman untuk majalah adalah habis dibagi 4. Karena jika sebuah majalah jumlah halamannya ganjil akan ada kosong 1 halaman pada saat produksi nantinya. 
2. Ukuran Font 
Bagian isi dari majalah akan sangat ideal menggunakan size font 9-10 pt untuk isi dari majalah, sedangkan untuk Headline bebas sesuai dengan tema dan artikel yang dikehendaki. Dan jenis font untuk isi sangat disarankan tidak menggunakan font-font yang aneh, lebih baik menggunakan seperti, arial, times new roman, garamound, dll. 
3. Margin
Standard margin lebih disarankan mengikuti kepada media-media yang sudah ada sebelumnya. Yaitu right, left, bottom dan top 1,5 cm. 
4. Gambar 
Hindari pemakaian banyak gambar pada sebuah artikel. Karena mata pembaca akan berebut dalam melihat terlebih dahulu antara gambar dengan tulisan anda. 
dan adapun beberapa hal yang berbau teknis dalam pengerjaan sebuah majalah yang bisa dijadikan pedoman sebelum anda membuat majalah : 
- Jika menggunakan gambar jangan lupa anda meng embed gambar tersebut. 
- Lebih disarankan menggunakan software : 
  •  Adobe In Design 
  • Adobe Page Maker 
  • Quack Express
  • Corel Draw
  • Adobe Ilustrator 
- Save File dalam bentuk wmf, Psd, Tiff, atau pdf. 
- Biasakan menggunakan satuan warna CMYK, jangan sekali-kali menggunakan RGB. 
- Hindari penggunaan font-font berukuran kecil dibawah 5 pt, karena itu akan mengganggu ketajaman dari pencetakannya. 
- Gunakan resolusi 300 dpi, jika anda menggunakan photoshop. 
Software sahabat dalam membuat satu layout majalah 3 item dari atas (rekomendasi). Karena dalam software in design, page maker dan Quack Express, mereka menyediakan beberapa fitur yang khusus untuk pembuatan majalah. 
Fitur yang beda dari software grafis yang bukan non majalah seperti Illustrator dan Corel draw adalah mereka tidak mempunyai logika balik kertas pada halaman. Berbeda dengan software yang direkomendasikan untuk membuat majalah. 
Satu hal yang harus diwaspadai adalah sebelum turun cetak sangat dianjurkan untuk memeriksa kembali bagian-bagiannya. Mulai dari design, materi sampai ejaan huruf perkata. Karena jika sudah turun cetak maka kesalahan-kesalahan tersebut akan membawa kerugian yang tidak main-main. 
Salam kreatif,


Royan Royhan 

Komponen untuk Visual Grafis

Komponen untuk Visual Grafis

Visual yang menekankan fungsi tanpa keindahan/estetika akan tidak menarik sehingga tidak komunikatif. "menarik" atau "indah" bisa dinilai dengan menggunakan mata atau dengan hati. 
Anda bisa tertarik dengan pasangan anda karena pandangan pertama jika bukan itu hal yang kedua adalah kepribadiannya (hati). Design bisa menarik karena indah dipandang atau konsepnya yang kreatif, kedua-duanya mempunyai nilai yang kreatif.
Keindahan pada visual lebih menekankan teori pandangan mata kepada sebuah visual sebagai penilaian. Agar menarik mata atau orang sering menyebutkan dengan kalimat eye catching diperlukan pengetahuan tentang unsur/komponen dalam design grafis, antara lain : 
1. Garis
2. Bentuk (shape)
3. Warna, tekstur dan cahaya
4. Ilustrasi / gambar 
5. Huruf / Tipografi 
6. Ruang (space)
Jika dianalogikan dengan makanan, komponen tersebut dianggap sebagai resep (bahan&bumbu) masak. Tidak semua bahan dan bumbu dicampurkan, bisa-bisa orang akan muntah yang memakannya. Begitu pula dengan sebuah komposisi Visual, tidak harus semua komponen untuk sebuah karya visual yang akan dibuat dimasukkan menjadi satu, bisa-bisa orang menganggap anda sedang belajar membuat visual. 
Bahan dan bumbu tersebut sebelum dimasak, harus dipotong, dibersihkan dan diolah terlebih dahulu. Sang koki dengan ilmu memasaknya, akan membuat makanan yang lezat dengan komposisi bumbu tertentu, dalam waktu tertentu dan suhu tertentu. 
Begitu pula pada pembuatan sebuah perencanaan visual, agar visual menarik maka harus diolah sedemikian rupa untuk menjadi satu komposisi layout visual yang menarik. Komposisi layout itu mempunyai prinsip dasar, antara lain : 
1. Keseimbangan 
2. Keserasian / Harmoni
3. Proporsi & Skala
4. Irama 
5. Kesatuan 
Kita harus tahu mana yang ingin di tonjolkan dan mana yang digunakan sebagai penyeimbang dari komposisi layout itu sendiri. Kita tidak bisa membuat semuanya sama berat dan besarnya, agar sang audience (penikmat visual kita) tidak bingung menerima visual yang kita berikan. 
Berkali-kali saya ucapkan pada teori visual ini, harap disediakan sebuah ruang kosong untuk bernafasnya mata dalam melihat satu komposisi layout kita. Dimana dalam teori diatas ada sebuah komponen ruang /  space dan ini memang terbukti bahwa hal tersebut memang harus difikirkan.
Salam kreatif,

Royan royhan

Digital Imaging With Photoshop

Digital Imaging With Photoshop

Proses Digital Imaging bisa dilakukan dengan berbagai macam Software. Tidak hanya dengan software yang berbasis 3 Dimensi saja, namun menggunakan photoshop pun saya dapat melakukan hal yang tidak terduga. 
Kita lihat paduan gambar dibawah ini :
Gambar 1
Gambar 2
Gambar Final
Semoga bisa menjadi Inspirasi Anda. 
Salam Kreatif, 


Royan royhan

Go Green With Photoshop

Go Green With Photoshop


Bikin menggunakan Software 3D ?
Enggak, ini mah buat pakai photoshop. Mau tahu materialnya ?



Material Rumput (Cari di Google)
Dibulatkan menggunakan Photoshop 
Setelah dibulatkan, diberikan efek inner shadow dan Inner glow, atur saja komposisinya sesuai dengan keinginan Anda. Sehabis itu tinggal Cropping gambar gedung dan Pohon yang bisa Anda cari juga di google. Gunakan fasilitas Transform > Wrap. 

Maka Anda akan dapatkan hasilnya seperti diatas.


Salam Kreatif,


Royan royhan

Tutorial Desain Grafis

Tutorial Desain Grafis



  • 236

  • Share
tutorial desain grafisTutorial Desain Grafis. Website Pendidikan Ilmu Grafis dan belajar gratis desain grafis Tutorial Photoshop, Coreldraw, Adobe Illustrator, lengkap dengan download Fonts, pattern dan brush plugins Photoshop bahasa Indonesia. Ada juga artikel tutorial coreldraw, tutorial illustrator dan juga tutorial desain grafis itu sendiri.  The tutorial design grafis. Olah foto atau olah fotografis juga ada. Untuk menjadi seorang desainer dan desainer grafis handal ada banyak hal yang wajib kita tempuh dan harus kita pelajari.

Selain dari ilmu desain kita juga perlu untuk mempelajari kemampuan pengetahuan umum. Memang dengan mempelajari melalui tutorial parsial kita bisa menghasilkan karya bahkan menghasilkan uang. Namun sayang, cara ini hanya bersifat sementara, yah, Anda mungkin sedikit bingung kenapa dengan hanya mempelajari tutorial desain dan tutorial desain grafis Anda tidak bisa menjadi seorang profesional.
Dengan hanya mempelajari tutorial parsial Anda tidak paham dengan core atau dasar desain yang menjadi hal utama dalam mempelajari ilmu desain. Patut kita teladani cara orang-orang yang profesional dalam menjalakan seriap pekerjaannya dibidangnya termasuk dibidang desain grafis. Di dalam tutorial desain grafis ini saya akan mengarahkan Anda untuk mempelajari mulai dari dasar tentang pengetahuan yang musti dipahami seorang desainer grafis terutama pemula dan juga seorang yang mulai belajar software desain grafis.
Pertama kali yang harus Anda pelajari adalah dasar desain grafis, apa saja dasar desain grafis itu?. Saya akan memberikan listnya :
1. Nirmana : nirmana atau dalam artinya tidak ada makan adalah unsur wajib dalam sebuah desain. Di dalam Nirmana terkandung dasar pemakaian warna, typografi, pelajaran bentuk, garis, bidang dan lain sebagainya. Secara detail akan dibahas pada artikel berikut.
2. Pewarnaan : Warna adalah elemen pasti dalam sebuah bidang, entah itu hitam putih atau warna lainnya. Kesemuanya mewakili arti dan definisi tersendiri. Dengan warna, seseorang dapat melihat apakah sebuah desain tersebut mempunyai tujuan apa, arti apa, dan mewakili apa. Secara detail akan dibahas pada artikel berikut.
3. Typografi : Mempelajari typografi sangat penting terutama kepeada desainer yang akan memasukkan kata-kata atau tulisan dalam karyanya. Tipografi atau dalam bahasa inggris Typography adalah sebuah ilmu yang khusus mempelajari tentang tulisan, baik jenis, ukuran, cara mebuat font dan lain sebgainya. Secara detail akan dibahas pada artikel berikut.
4. Software : Penggunaan perangkat lunak wajib dikuasai oleh seorang desainer grafis. Menggunakan sofrtware desain tentunya. Melalui penggunaan software desain grafis akan sangat menguntungkan dari segi waktu, biaya, dah banyaknya karya. Secara detail akan dibahas pada artikel berikut.
5. Sketsa : Kemampuan menggambar secara tradisional atau cara menggambar dengan pena di atas kertas akan berguna ketika kita akan membuatnya dalam bentuk digital melalui software desain grafis. Pengetahuan tantang proporsi, warna, dan nirmana langsung bisa dipraktekkan melalui cara sketsa. Terkadang, mendesain dengan software akan membutuhkan waktu yang lama jika tidak punya ide tertentu. Ide ini biasa didapt ditempat umum, kehidupan sehari-hari atau juga ditemapat yang tidak lazim. Kita akan kesulitan jika selalu membawa laptop ataupun piranti untuk desain grafis kecuali stylus dan bidangnya ysng mudah dibawa kemana-mana namun harganya cukup mahal. Akan mudah bila kita menggunakan cara-cara tradisional.
6. Kemampuan umum : kemampuan umum juga menentukan hasil karya desain grafis. Kadang dalam membuat sebuah karya desain, kita dihadapkan pada situasi dan kondisi. Seperti membuah company profil sebuah perusahaan. Nah, kemampuan umumnya adalah dunianya perusahaan tersebut, target customer, logo, visi misi perusahaan, area atau wilayah pemasaran, budaya dan lain sebagainya.
Kemampuan dasar desainer grafis sudah pernah saya posting sebelumnya. Namu saya berniat untuk mengingatkan Anda. Kemampuan umum bagi seorang desainer grafis akan saya perinci dibawah ini.
  1. Wawasan Teknologi
  2. Wawasan Sains
  3. Wawasan Seni
  4. Wawasan Sosial dan Budaya
  5. Wawasan Filsafat dan Etika
Ruang lingkup desain grafis cukup luas, ekpresi jiwa Anda mungkin akan menambah khasanah desain grafis. Tulisan ini tidak lah cukup dalam mengintepretsaikan desain grafis yang memang begitu luasnya. Saya berharap tulisan ini bisa membantu para pemula untuk mempelajari dunia desain grafis. Selamat bergabung di dunia yang penuh kreasi dan inovasi ini.
Semoga Anda menikmati artikel ini dan jangan lupa bergabung dengan teman-teman yang lain di Facebook AhliDesain, dan ikuti Twitter saya. Jika Anda menyukai artikel-artikel dari saya jangan lupa untuk memasukkannya dalam subscribe ke ahlidesain RSS Feed.
Bila ada yang ditanyakan, saran, tanggapan dan ide kreatif silakan isi pada komentar, saya akan mencoba menjawab secepat dan sebaik mungkin.
//Neon Lights Text II by G.P.F. (gpf@beta-cc.de) //visit http://www.beta-cc.de //Visit http://www.dynamicdrive.com for this script var message="Terimakasih atas kunjungan anda salam blogger . . .!" var neonbasecolor="gray" var neontextcolor="yellow" var neontextcolor2="#FFFFA8" var flashspeed=100 // speed of flashing in milliseconds var flashingletters=3 // number of letters flashing in neontextcolor var flashingletters2=1 // number of letters flashing in neontextcolor2 (0 to disable) var flashpause=0 // the pause between flash-cycles in milliseconds ///No need to edit below this line///// var n=0 if (document.all||document.getElementById){ document.write('') for (m=0;m'+message.charAt(m)+'') document.write('') } else document.write(message) function crossref(number){ var crossobj=document.all? eval("document.all.neonlight"+number) : document.getElementById("neonlight"+number) return crossobj } function neon(){ //Change all letters to base color if (n==0){ for (m=0;mflashingletters-1) crossref(n-flashingletters).style.color=neontextcolor2 if (n>(flashingletters+flashingletters2)-1) crossref(n-flashingletters-flashingletters2).style.color=neonbasecolor if (n

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews