Estetika Web Design
Kita tahu pada saat sekarang website menjadi salah satu aktifitas untuk
rangkaian dari promosi penjualan. Sudah banyak perusahaan yang melirik
media ini untuk melakukan pendekatan kepada audience nya. Maka pada
sudah saatnya kita harus aware kepada design dari sebuah website itu
sendiri.
Saya tidak akan berbicara detil dari program yang akan dibuat, akan
tetapi saya akan mencoba berbicara dari aspek design dan kegunaannya.
Menurut saya sebuah website yang baik dapat memenuhi beberapa hal
dibawah :
- Mudah dimengerti oleh Audience apa yang akan Anda Sajikan.
- Bukan sekedar gambar, tapi kita harus memikirkan estetika, karena jangan sampai Audience itu bingung pada saat pertama kali membuka halaman website kita.
- Mempunyai informasi yang menarik yang membuat Audince mau melanjutkan kepada halaman selanjutnya.
- Compatible terhadap tampilannya, mengingat sekarang orang membuka website dari berbagai macam media, tidak hanya dari PC melainkan dari HP, Tabs, dll.
Saya jadi teringat kembali ketika saya hadirkan acara Jerry aurum
sharring pada suatu acara, dia membicarakan sedang merubah websitenya
kembali kepada halaman staticnya. Pada saat itu Jerry aurum membuat
website menggunakan Flash Animation, namun kenyataannya itu tidak
support untuk dibuka di Handphone. Jadi bagus belum tentu bisa menjual
bukan, akan tetapi kita harus bisa fleksible kepada calon Audience yang
ingin kita tuju.
Peran Estetika lagi-lagi mempunyai peranan penting dalam menyajikan
sebuah halaman website. Dimana elemen garis, warna, tema design harus
disesuaikan dengan maksud dari website itu sendiri. Jangan sampai
Audience anda salah persepsi tentang produk yang akan Anda tawarkan
karena melihat tema pada halaman pertama Anda yang tidak sinergi dengan
Produk Anda.
Saya pernah membuat design untuk website pada royan royhan (royzn.blogspot.com),
pada saat itu sebuah TK yang saya kerjakan. Pada design itu saya
menawarkan keceriaan dengan tema yang agak kekanak-kanakan, walau dengan
content yang tidak kekanak-kanakan. Saya hanya memberikan Ambience dari
tematik pada halaman pertama agar Audience mereka dapat mengerti disaat
pertama kali masuk kehalaman utama.
Saya tidak mengerjakan websitenya, tapi hanya designya. Pada saat itu
saya hanya menyerahkan kepada mereka PSD (file mentah designnya) nya
saja. Setelah itu mereka melanjutkan dengan programmingnya.
Hal penting lainnya adalah Jarak spasi tulisan dan ruang putih / ruang
kosong dari halaman website. Kita bisa melihat betapa website Starbuck
diatas memberikan banyak ruang putih untuk para Audience nya. Itu
memberikan kelegaan mata dalam menikmati halaman pertamanya.
Coba kita lihat lagi halamannya Louis Vuitton diatas. Kita juga dapat
melihat beberapa ruang kosong yang sengaja diadakan oleh designer untuk
membuat nafas pada mata kita.
Setelah ruang kosong, yang harus difikirkan adalah Navigasi. Jangan
sampai pengunjung atau Audience kita tersesat didalam halaman kita. Ini
standard sekali, mengingatkan saya pada masa kuliah di semester 4 yang
mengajarkan saya untuk teknik Navigasi ini. Dimana Anda sekarang,
bagaimana Anda akan kembali lagi kehalaman selanjutnya, dan bagaimana
Anda mencari halaman yang Anda butuhkan, itu semua harus jelas layaknya
kita berada didalam sebuah Mall yang besar. Maka kita akan bingung
sekali tidak bisa menemukan sebuah outlet yang kita cari, karena tidak
ada petunjuknya.
Lalu setelah Navigasi adalah typografi. Jenis huruf harus dibuat
senyaman mungkin, hal-hal dasar seperti huruf sans serif dapat cepat
melelahkan kita dalam membaca harus difikirkan secara matang. Agar
Audience Anda tidak merasa lelah membaca sebuah informasi yang akan anda
sampaikan.
Warna dan besar huruf juga sebagai aspek penunjang bagi Audience Anda dalam membaca. Jadi fikirkanlah secara cermat.
Ada beberapa refrensi halaman website yang saya suka :
![]() |
I Like Empty Space this site, cool. |
![]() |
It's So Creative |
![]() |
Like a Apple Site Comment, Cool. |
![]() |
Inovative |
![]() |
Great Concept |
Salam Kreatif,
Royan royhan
Royan royhan
0 komentar:
Posting Komentar